Bisnis Domba Pedaging

Bisnis domba/kambing pedaging Salah satu jenis kambing yang banyak diternak atau dibudidayakan. Namun peternakan kambing pedaging ini di Indonesia ini banyak yang masih berskala kecil sehingga perlu diupayakan secara lebih intensif.

Adapun juga jenis-jenis kambing pedaging atau kambing potong diantaranya yaitu kambing kacang (kambing jawa) dan kambing ettawa.

Budidaya ternak kambing pedaging ini memiliki banyak keuntungan diantaranya perawatannya yang lebih mudah.

Dengan masa panennya lebih cepat yaitu sekitar 10 bulan, untung lebih besar karena selain daging dan susunya, kotoran kambing juga bisa dijual sebagai pupuk kandang, pembibitan dapat dilakukan dengan mudah karena juga bisa mengembang biakan atau mengawinkan sendiri.

Persiapan Kandang Domba Untuk Bisnis

Bisnis Domba Pedaging

Kondisi kandang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan pada kambing maupun domba, salah satu rekomendasi yang juga sesuai dengan memilih jenis kandang kambing secara tepat. Anda bisa menentukan kualitas kandang domba atau kambing yang sesuai kebutuhan.

Beternak kambing atau domba juga memiliki segudang tantangan yang bisa anda tangani. Salah satunya adalah soal kandang sebagai untuk tempat tinggal kambing dan domba. Sebagai untuk tempat tinggal, tentunya anda juga harus membuat kandang yang ideal untuk kambing ataupun domba.

Pembuatan kandang kambing dan domba tidak bisa dilakukan dengan secara asal. Butuh pengukuran yang lebih jelas, menentukan jenis, membuat sistem, dan melengkapi semua peralatannya agar kandang bisa berfungsi dengan optimal sebagai tempat tinggal kambing dan domba.

Menentukan Ukuran Kandang Domba Pedaging

Bisnis domba pedaging juga menentukan ukuran kandang kambing atau domba yang terlalu kecil akan membatasi ruang gerak mereka sehingga membuatnya mudah stress. Ukuran kandang domba atau kambing yang terlalu luas akan membuat mubazir lahan. Anda harus mengukur ukuran kandang yang tepat dengan langkah dibawah ini:

1. Panjang Dan Lebar

Kandang untuk domba atau kambing memiliki ukuran yang ideal yang berbeda-beda, bergantung pada jenis kambing atau domba, umur, dan kondisinya. Kambing dan domba yang baru lahir tentu saja juga membutuhkan kandang dengan ukuran yang berbeda dari kambing atau domba dalam proses penggemukan.

Namun, anda juga bisa menggunakan kambing atau domba dalam proses penggemukan sebagai patokan dalam menentukan ukuran semua jenis kandang. Kandang yang tepat untuk kambing penggemukan yang berukuran panjang tidak kurang dari 1,5 meter dan lebar tidak kurang dari 1,2 meter.

Ukuran tersebut yang cukup untuk menampung 3-5 ekor kambing atau domba yang sedang dalam proses penggemukan. Kalau anda memiliki kambing atau domba dengan jumlah yang lebih banyak, maka anda cukup meningkatkan ukurannya saja.

2. Jarak Atap

Ada beberapa jenis kandang yang memerlukan atap sebagai tempat untuk berteduh kambing dan domba. Ukuran untuk pembuatan atap kandang domba atau kambing juga harus diperhatikan. Jangan sampai terlalu rendah sehingga mengganggu pekerjaan anda juga atau terlalu tinggi sehingga sulit untuk dibersihkan.

3. Jarak Lantai

Ada jenis kandang yang langsung menggunakan tanah yang sebagai lantainya, tetapi ada juga yang membangun lantai sendiri di atas lahan. Jika anda menggunakan jenis kandang yang memerlukan lantai sendiri, maka jarak lantai dengan lahan sebaiknya kurang lebihnya 70 cm.

Jarak di antara lantai dan lahan harus ditentukan untuk menghindari risiko genangan air ketika hujan. Genangan air bisa membuat domba ataupun kambing bisa sakit.

Jenis Kandang Domba Untuk Sesuai Kebutuhan

Setelah menyesuaikan kandang kambing atau domba yang akan anda bangun, selanjutnya anda juga harus menentukan jenis kandangnya. Ada banyak jenis kandang yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan anda, seperti:

1. Kandang Panggung

Sebelumnya sudah dijelaskan kalau ada kandang yang membangun lagi lantainya di atas lahan dengan jarak yang tertentu. Salah satu jenis kandang yang menggunakan sistem tersebut ialah kandang panggung.

Kelebihan pada penggunaan kandang panggung adalah lebih bersih untuk domba ataupun kambing. Dengan tidak langsung menyentuh tanah, maka kaki kambing atau domba terhindar dari kotoran atau juga parasit.

Selain itu, kandang panggung juga lebih mudah untuk dibersihkan. Anda juga bisa memberikan jarak antara lantai untuk membuang lubang sebagai tempat pembuangan kotoran. Dengan adanya begini, kotoran kambing dan domba akan langsung jatuh ke tanah di bawah lantai tersebut.

Penggunaan pada kandang panggung untuk beternak domba dan kambing juga memiliki beberapa kekurangan, seperti lebih mahal karena butuh bahan yang lebih banyak.

Proses pembuatan yang lebih lama serta juga bisa beresiko kaki domba/kambing terperosok atau terjepit dari sela-sela bamboo atau kayu dari lantai kandang. Di Indonesia, kandang panggung banyak yang digunakan oleh para peternak kambing dan domba.

2. Kandang Lemprak

Berbeda dengan kandang panggung yang membuat lantai, kandang lemprak juga langsung menggunakan tanah sebagai lahannya. Tanah tersebut hanya dilapisi jerami supaya kaki kambing tidak kotor.

Kekurangan dari kandang lemprak tentu saja adalah kebersihannya yang sulit untuk dijaga. Namun, kandang lemprak mudah dibuat dan tidak butuh biaya yang banyak.

Kelebihan dari kandang lemprak kita bisa menghasilkan bahan pupuk kompos dari mengumpulkan kotoran dan sisa pakan yang bercampur pada saat kita membersihkan kandang.

Untuk membuat kandang lemprak, anda cuma perlu membuat pagar pembatas agar kambing atau domba tidak leluasa berjalan. Kandang lemprak ini lebih sering digunakan sebagai kandang penggemukan kambing atau domba.

3. Kandang Kombinasi

Kandang kombinasi yaitu gabungan dari kandang panggung dan kandang lemprak. Jadi, ada kandang panggung yang dilengkapi dengan halaman yang berupa kandang lemprak.

Penggunaan kandang ini juga cukup menguntungkan karena membuat kambing lebih leluasa bergerak. Namun, butuh lahan juga yang sangat luas untuk membuat kandang yang satu ini.

Sistem Perawatan Pada Kandang Domba

Bisnis domba pedaging. Kandang kambing dan domba yang sudah anda bangun harus dirawat dengan sebaik mungkin. Tidak melakukan perawatan yang lebih tepat membuat kandang yang mudah rusak dan jamuran sehingga juga mempengaruhi kesehatan pada kambing atau domba.

1. Kebersihan Kandang

Hal pertama yang harus anda perhatikan dari kandang kambing atau domba adalah lewat kebersihannya. Butuh sistem menjaga kebersihan kandang agar anda tidak perlu lagi repot mengeluarkan tenaga yang terlalu banyak dalam hal ini.

Kandang yang bersih menjadi salah satu syarat pertumbuhan pada kambing dan domba yang optimal. Kandang yang kotor merupakan tempat favorit bertumbuhnya virus dan bakteri, terutama karena kambing dan domba mengeluarkan kotoran setiap hari.

Membersihkan kandang kambing sebenarnya tidaklah sulit, anda hanya perlu menggunakan sapu untuk membersihkan lantai kandang dari kotoran pada kambing atau domba. Pastikan tidak ada kotoran dan sisa pakan yang tertinggal di kandang kambing/domba.

Kalau anda menggunakan kandang lemprak, maka anda harus membersihkannya setiap hari karena kotoran langsung berada di lantai tempat kambing atau domba yang berdiri. Cukup bersihkan kandang panggung sekitar waktu 3 hari sekali karena kotoran langsung terbuang di bawah lantai.

2. Menjaga Kondisi Kandang

Temperatur suhu dan kelembapan udara menjadi hal lain yang harus anda perhatikan dalam perawatan kandang kambing dan domba. Pastikan kandang kambing atau domba memiliki temperatur suhu dan kelembapan udara yang ideal. Untuk itu, perlu juga ventilasi udara yang memadai.

Kelembapan udara yang terlalu tinggi juga membuat kandang lebih mudah jamuran sehingga akhirnya menyebabkan kambing atau domba bisa menjadi sakit.

3. Antisipasi Banjir

Kandang panggung lebih siap untuk mengantisipasi bencana banjir. Namun kalau anda bisa membangun peternakan kambing di daerah yang jarang banjir, maka anda tidak perlu khawatir menggunakan kandang lemprak atau kandang kombinasi.

Menyiapkan Peralatan Kandang Domba

Ada pula beberapa peralatan yang harus anda sediakan agar bisa mendukung fungsi kandang kambing dan domba yang sudah anda bangun pada sebelumnya. Beberapa peralatan yang juga harus anda sediakan serta disesuaikan dengan jenis kandang yang sudah anda bangun.

1. Peralatan Kebersihan

Membersihkan kandang kambing atau domba harus dilakukan dengan secara rutin, bisa juga setiap hari atau 3 hari sekali. Agar bisa menunjang dalam pekerjaan yang satu ini, anda harus memiliki peralatan kebersihan yang memadai.

Sapu lidi, pel, ember, selang, hingga semprotan desinfektan akan anda butuhkan juga untuk membersihkan kandang kambing atau domba. Semakin besar kandang kambing atau domba yang anda miliki, maka semakin banyak peralatan kebersihan yang akan anda butuhkan.

2. Penampung Kotoran Kambing

Dalam penggunaan pada kandang panggung, kotoran kambing dan domba akan langsung jatuh ke tanah di bawah lantai. Akan menjadi hal yang merepotkan yang harus membersihkan kotoran tersebut. Untuk mengatasinya, anda juga bisa menggunakan penampung kotoran.

Hanya gunakan ember atau baskom yang diletakkan di bawah lantai untuk menampung semua kotoran pada kambing atau domba sehingga anda tidak perlu repot untuk menyapu lagi. Kotoran yang sudah ditampung di dalam baskom atau ember bisa langsung anda buang atau bisa jual lagi.

Cara Memberikan Pakan Domba Pedaging

Bisnis Domba Pedaging

Bisnis domba pedaging. Pakan yang menjadi hal penting dalam hal penggemukan sedangkan waktu yang diperlu untuk penggemukan pada bisnis domba pedaging yaitu 3-6 bulan karena jika lebih dari itu maka tidak akan mendapatkan keuntungan.

Sedangkan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dibutuhkan pakan yang bisa mencukupi untuk kebutuhan gizinya.

Adapun pakan kambing yang dapat diberikan pada kambing dapat berupa dedaunan yang hijau dan segar, seperti: rumput, daun lamtoro, daun turi, daun singkong yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, serta sayuran sisa dari pasar.

Sebelum memberikan dedaunan pada kambing sebaiknya daun dijemur terlebih dahulu dengan waktu sekitar 1-2 jam di bawah terik matahari, tujuannya untuk menetralkan kemungkinan racun berbahaya yang ada pada daun tersebut, karena jika kambing keracunan, kambing bisa sakit bahkan bisa mengalami kematian.

Selain pakan hijau-hijauan, kambing juga membutuhkan makanan yang padat seperti konsentrat yang berguna untuk mempercepat penggemukan.

Namun konsentrat tersebut juga dapat digantikan dengan campuran bekatul, ampas tahu dan ketela pohon yang sudah di cacah, dengan perbandingan 40:40:20 lalu di aduk rata dan tambahkan sedikit air.

Setiap 1 ekor kambing dewasa diberikan 3 kg campuran tersebut dalam 1 hari, dan ini bisa diberikan setelah pemberian pakan dedaunan yang hijau.

Dalam sehari sebaiknya kambing diberikan makan 2 kali yaitu jam 8 pagi dan jam 3 sore, setelah makan kambing diberi minum dengan air bersih, atau air bekas cucian beras yang dicampur dengan sedikit tambahan bekatul, setelah itu biarkan kambing beristirahat.

Untuk mempermudah Anda dalam cara bisnis domba pedaging, Anda bisa menggunakan mesin pencacah rumput agar mudah dikomsumsi oleh hewan ternak.

Dengan menggunakan mesin pencacah rumput Anda bisa lebih menghemat waktu untuk mencacah rumput dengan jumlah yang banyak.

Baca juga: Cara Bisnis Domba Pedaging

Cara Pemilihan Bibit Domba Pedaging

Pada Bisnis domba pedaging ada juga permintaan pada kambing/domba pedaging mempunyai peluang pasar yang masih terbuka luas seiring dengan banyaknya peminat konsumen pada hasil olahan kuliner berbahan baku pangan pada kambing/domba.

Salah satu usaha kambing domba yang dapat ditekuni guna memenuhi permintaan kambing/domba yang akan terus mengalami peningkatan adalah usaha pembibitan kambing domba.

Untuk bisa menjadi pengelola usaha pembibitan pada kambing/domba ada beberapa pengetahuan budidaya kambing domba yang perlu difahami oleh setiap pengelola usaha pembibitan kambing domba diantaranya pemilihan bibit, dan sistem reproduksi.

1. Memilih Bibit Domba Yang Berkualitas

Bibit juga merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan betul oleh setiap pengelolaan pembibitan. Pemilihan bibit kambing domba juga perlu dilakukan yang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan keturunan kambing/domba yang akan dihasilkan.

Ada beberapa persyaratan yang juga harus diperhatikan
a. Calon Induk harus memenuhi persyaratan
1). tidak terlalu gemuk dan tidak cacat,

2) ambing normal dan simetris,
3) kaki lurus dan kuat,
4) dianjurkan untuk memilih calon induk yang berasal dari keturunan yang kembar.

b. Calon Pejantan persyaratan yang harus dipenuhi
1) sehat dan tidak cacat,

2) aktif dan besar nafsu kawinnya,
3) dada dalam, kaki tegak, lurus dan kuat,

4) penampilan gagah, tumit tinggi,
5) buah zakar yang normal berjumlah 2 dan sama besarnya.

2. Sistem Reproduksi Domba Pedaging

Untuk pengembang biakan pada kambing/domba didapatkan dari hasil perkawinan yang dilakukan dengan secara alami. Untuk keberhasilan perkawinan kambing domba pengelola usaha pembibitan kambing domba harus tahu tentang pengetahuan sikuls birahi dan tanda tanda birahi pada kambing/domba.

Siklus birahi kambing domba akan terjadi setiap 17 – 21 hari sekali rata rata siklus birahi pada kambing domba terjadi juga setiap 19 hari sekali. Lamanya waktu birahi pada kambing/domba sekitar 24 – 36 jam.

Birahi pada kambing/domba betina yang dicirikan dengan:
1) kambing akan gelIsah dan ribut,
2) sering menggerak gerakan ekornya,

3) pada bagian luar dari alat kelamin akan nampak merah, bengkak, hangat dan keluar lendir yang dikenal dengan istilah 3 A (Abang, Abuh dan Anget),
4) menerima atau mau dikawini kambing domba pejantan,
5) nafsu makannya berkurang.

Cara Perawatan Domba Pedaging

Bisnis domba pedaging juga memerlukan perawatan merupakan salah satu bagian daripada pemeliharaan kambing/domba yang tidak dapat diabaikan dengan begitu saja. Beberapa perawatan yang penting yang harus dilakukan secara rutin dalam pemeliharaan pada kambing/domba yaitu antara lain:

1). Memandikan Kambing/Domba yang tidak pernah dimandikan, maka bulunya yang akan kotor, gembel dan lembab terutama domba yang tidak pernah dicukur bulunya.

Keadaan yang seperti ini merupakan tempat yang baik untuk bersarangnya kuman penyakit, parasit dan jamur yang dapat membahayakan terhadap kesehatan pada kambing.

Tujuan untuk memandikan kambing yaitu untuk menjaga kesehatan pada kambing dari kuman penyakit, parasit dan jamur yang bersarang didalam bulu. Kambing yang dimandikan lebih tampak lebih bersih, menarik dan lebih sehat.

Sebaiknya kambing dapat dimandikan secara rutin untuk kambing jantan seminggu sekali sedangkan kambing betina dapat dimandikan sebulan sekali.

Dalam memandikan kambing jantan dapat di dalam kandang atau dapat dilakukan di luar kandang atau di tempat pemandian (sumur dan kolam renang), sedangkan kambing betina dimandikan di dalam kandang sekaligus untuk sanitasi kandang.

2). Pencukuran pada bulu Domba/Kambing yang tidak pernah dicukur bulunya akan menjadi gembel dan akan sulit untuk dibersihkan, kondisi bulu yang seperti ini merupakan tempat yang baik untuk bersarangnya penyakit, parasit dan jamur yang dapat membahayakan kesehatan pada kambing.

Tujuan dilakukan untuk pencukuran yaitu untuk menjaga kesehatan dari kuman penyakit, parasit-parasit luar (ekto parasit) seperti kutu serta penyakit kulit lainnya yang disebabkan oleh jamur. Selain untuk pencegahan pada penyakit, pencukuran juga dilakukan untuk memperindah domba terutama pejantan.

Pada Kambing/Domba betina, seluruh rambut yang menempel di badan dipotong sedangkan pada Kambing jantan biasanya disisakan pada bagian leher (jenggot) dan punggung bagian depan untuk menambah kesan kejantanan dan keindahan pada kambing.

Sebelum dicukur juga sebaiknya domba dimandikan terlebih dahulu agar dalam pelaksanaan pencukuran lebih mudah.

By kana