cara budidaya ikan mujair

Mau usaha jualan ikan mujair tapi bingung bagaimaa cara memulainya ? Yuk simak cara budidaya ikan mujair yang sangat mudah untuk anda coba  di rumah sendiri. Cara satu ini sangat cocok bagi anda yang pemula yang ingin membuat usaha ikan mujair ini. Yu simak penjelasannya berikut ini.

Cara Budidaya Ikan Mujair

1. Pemilihan Induk Ikan Mujair

Pilih inkubator yang baik dan sehat, memiliki produktivitas benih yang besar dan berkualitas tinggi, bereaksi saat makan dan berat 100 gram, tetapi untuk menentukan induk betina dan jantan, Anda dapat mengetahui dari penampilan fisiknya, berikut adalah ciri-ciri betina dan jantan:

A. Betina

  • Memiliki 3 lubang di bagian urogenital yaitu rektum, saluran keluar telur dan lubang urin
  • Memiliki ujung sirip berwarna kemerahan pucat yang tidak jelas
  • Punya perut putih
  • Memiliki dagu putih
  • Saat perut belang, tidak ada cairan yang mengalir

B. Jantan

  • Pada daerah urogenital memiliki 2 lubang yaitu lubang anus dan lubang sperma sekaligus lubang urin.
  • Memiliki ujung sirip berwarna merah cerah dan bening
  • Memiliki perut yang lebih gelap atau kehitaman

2. Pemijahan ikan mujair

Siapkan kolam berukuran 3 mx 4 m untuk pemijahan, kedalaman air ditambah menjadi 60 cm dan dasar kolam diberi lumpur halus agar ikan nila memudahkan sarang. Setelah kolam siap, masukkan indukan ke dalam kolam dengan perbandingan jantan dan betina yaitu 3 : 2. Kemudian pemijahan dimulai. Setelah pembuahan selesai, telur dikumpulkan dan disimpan di dalam mulut oleh induk betina untuk diinkubasi sampai telur menetas. Setelah 3 sampai 5 hari telur menetas dan setelah 2 minggu menetas larva ikan dilepaskan dari indukan sehingga dapat mencari makan sendiri.

3. Persiapan kolam budidaya

Kolam untuk budidaya ikan nila bisa berupa kolam terpal, kolam tanah atau kolam semen. Jika lokasinya sudah fix, maka desainlah kolam dengan ukuran 50x50x100 m2 atau sesuai keinginan dan kebutuhan Anda. Saat kolam sudah siap, keringkan selama 2 hingga 3 minggu. Kemudian jeruk nipis dan diamkan selama 4 sampai 5 hari.

4. Penanaman benih

Setelah benih dan kolam siap, segera persediaan benih ikan nila. Untuk menghasilkan jumlah ikan yang diinginkan, simpan benih di kolam dengan kepadatan 400 hingga 500 ekor.

5. Memberi makan ikan mujair

Selain pakan alami di kolam, ikan nila juga mendapatkan pakan tambahan berupa pelet dengan kandungan protein sekitar 28%, lemak sekitar 30% dan karbohidrat sekitar 15%. Mereka memberi makan dua kali hingga 3 kali sehari, yaitu di pagi hari, di sore hari dan di malam hari.

Baca juga : Cara menggunakan mesin pelet apung dan spesifikasinya

6. Pergantian air kolam

Ganti air tambak secara rutin, yaitu setiap 2-3 minggu sekali, agar tidak ada sisa makanan yang menumpuk yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada ikan.

7. Menangkap ikan mujair

Ikan nila dapat dipanen 4 sampai 5 bulan setelah tebar. Panen dilakukan dengan cara menjemur tambak, jaring atau dengan cara penangkapan yang lainnya.

Nah itulah cara budidaya ikan mujair yang mudah dan praktis di rumah sendiri. Anda bisa membangun usaha dari membudidaya ikan mujair ini selain sangat umum untuk dijumapai, ikan ini juga banyak digemari orang untuk digoreng lalu disajikan saat lebaran tiba atau pada acara tertentu.

Rasa daging dari ikan mujair pun enak dan memiliki banyak sekali manfaat yang terkandung dalam makanan ini. Mungkin ada beberapa orang yang tidak menyukai ikan ini karena banya mengandung duri yang menyusahkan saat kita makan. Selamat mencoba membudidayakan ikan mujair dan semoga berhasil.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.