Disini saya akan menjelaskan tentang cara mengolah plastik menjadi BBM. Sampah plastik menjadi masalah tersendiri yang perlu diperhatikan. Hal ini disebabkan sampah plastik membutuhkan ratusan tahun untuk terurai. Maka dari itu kita harus pandai mengolah sampah plastik agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.

 

Sejarah Plastik

mengolah sampah menjadi bbm

Produk plastik pertama kali dibuat pada tahun 1862 oleh Alexander Parkes dengan bahasa selulosa. Penemuan pertama kali disebut dengan istilah Parkesine. Plastik sendiri merupakan material yang dikembangkan sejak tahun 1975 dan diperkenalkan oleh Montgomery Ward, Jodan Marsh, dan JC Penny, Sears

 

Dampah Negatif Plastik

Sampah kantong plastik dapat menjadi tanah, air, laut, bahkan udara. Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas, dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tidak dapat dipaksakan.

 

Proses Pirolisis

Menurut beberapa penggiat, secara umum, mengolah sampah plastik menjadi BBM adalah dengan menggunakan metode pirolisis, yaitu memanaskan plastik pada suhu di atas 400oC tanpa oksigen. Pada suhu tersebut, plastik akan meleleh dan kemudian berubah menjadi gas. Pada saat proses tersebut, rantai panjang akan terpotong menjadi rantai pendek.

 

Mengubah Sampah Plastik Menjadi Solar

Sampah plastik kresek yang dikonversi menjadi solar yang setara dengan pertamina dex mengunakan mesin Pirolisis tersebut bertujuan untuk mengurangi sampah yang tidak terjual di bank sampah menjadi bermanfaat kembali demi tercapainya zero waste.

Dalam prosesnya, sampah plastik kresek tersebut dimasukkan ke dalam mesin pembakaran dan diproses dalam beberapa jam. Plastik akan dibakar dengan suhu 300 sampai 500 derajat celsius. Setelah dibakar, mesin tersebut secara otomatis akan mengeluarkan bahan bakar minyak jenis solar hasil pembakaran sampah.

Solar tersebut biasanya digunakan kembali untuk operasional mesin atau kebutuhan lain. Warga sekitar pun dipersilahkan untuk meminta jika membutuhkan bahan bakar solar.

 

Mengubah Plastik Menjadi Energi Listrik

Teknologi pengolahan sampah ini untuk menjadi energi listrik pada prinsipnya sangat sederhana yaitu :

  • Sampah sehingga menghasilkan panas (proses konversi thermal)
  • Panas dari hasil pemanfaatan untuk mengubah udara menjadi uap dengan bantuan boiler
  • Uap bertekanan tinggi digunakan untuk memutar bilah turbin
  • Turbin menuju generator dengan bantuan poros
  • Generator menghasilkan listrik dan listrik ke rumah atau ke pabrik.

Proses Konverensi Thermal

Proses konversi thermal dapat dicapai melalui beberapa cara, yaitu insinerasi, pirolisa, dan gasifikasi. Insinerasi pada dasarnya adalah proses oksidasi bahan organik menjadi bahan anorganik. Prosesnya sendiri merupakan reaksi oksidasi cepat antara bahan organik dengan oksigen.

Pembangkit tenaga listrik tenaga sampah yang banyak digunakan saat ini menggunakan proses insenerasi salah. Sampah dibongkar dari truk pengakut sampah dan diumpankan ke inserator. Di dalam inserator sampah yang dibakar. Panas yang dihasilkan dari hasil pembakaran untuk mengubah udara menjadi uap bertekanan tinggi. Uap dari boiler langsung ke turbin. Sisa pembakaran seperti debu berjalan lebih lanjut agar tidak sampah lingkungan.

Teknologi pengolahan sampah ini memang lebih menguntungkan dari pembangkit listrik lainnya. Sebagai ilustrasi: 100.000 ton sampah sebanding dengan 10.000 ton batu bara. Selain untuk mengatasi masalah bakar juga untuk menghasilkan energi gratis juga bisa cadangan cadangan

Mungkin hanya itu penjelasan dari saya, semoga kalian semua bisa bijak dalam mengolah limbah plastik agar lingkungan tidak tercemar oleh sampah plastik tersebut. Jika kalian punya ide mengolah sampah plastik lainnya kalian bisa mencontohkan kepada orang lain agar bisa mereka tirukan,

By panji

Sebagai penulis di pelatihanbisnisinternet.com saya senang memantau perkembangan teknologi, terutama dalam dunia IT. Selain itu, saya juga memiliki hasrat untuk terus belajar dan berbagi berbagai wawasan seputar bisnis serta tips terkini kepada para pembaca kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *